semua tentang teman

Oktober 8, 2008

Yusuf Mahendra Putra

Filed under: SMP 1 — Tag:, , , , , , , , , — aakuntoa @ 5:51 am

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan sosok gemuk yang tidak pernah bikin saya pangling ini. Yusuf Mahendra Putra. Masih suka bercelana pendek. Masih dengan gayanya yang santai. “Lagi cari-cari komik,” ujarnya di TB Gramedia Sudirman, Jogja. Kebiasaannya tidak berubah. Sejak saya kenal dia di SMP 1 Jogja, ia penggemar berat komik. Waktu itu Kungfu Boy lagi gayeng-gayengnya. Ufh, tiada hari baginya membaca komik. Di saat istirahat, di saat jeda pelajaran, bahkan di saat pelajaran yang membosankan. Saya kira, kemampuannya menggaet cewek waktu itu juga diinspirasi oleh jurus-jurus komik. Ah, tuduhan yang asal saja.

Cukup lama saya mengingat kembali nama lengkap teman sekelas di Kelas 3A yang kala itu diketuai Meria Andriyani. Sebab, selama berteman dengannya, saya suka memanggilnya Gamber. Nama ini lebih populer ketimbang Yusuf. Sampai sekarang, nama Gamber yang selalu dikenalkannya, bahkan kepada klien sekali pun.

Saya mulai dekat dengannya ketika kami sama-sama bergiat di kegiatan-kegiatan siswa. Di OSIS, saya jadi ketua, dia jadi wakil. Di pramuka, dia jadi wakil dewan penggalang, saya anggota. Dia teman yang baik di organisasi. Rajin mencatat, meski untuk membaca tulisannya butuh ketabahan luar biasa. Semangat, sampai kalau berjalan tampak seperti mau berlari.

Ada beberapa kenangan khusus bersamanya. Untuk pertama kali saya: kenal komputer, menonton bioskop, dan… makan pop corn.

Maklum, saya orang desa. Baru pertama kali sekolah di kota. Era tahun 1990-an, televisi di rumah masih hitam-putih, alih-alih kenal komputer. Pelajaran keterampilan di sekolah juga masih mengetik manual. Thingggg… bunyi mesin ketik saat lembaran pengetikan sudah habis dan harus berpindah ke baris di bawahnya. Tidak ada tombol “enter” di mesin ketik.

Di rumahnya, bilangan Gedong Kuning, malam sepulang ke rumah, saya menyempatkan ke rumahnya. Untuk belajar mengetik di WordStar. Juga maen game hehehe… 15 km jarak rumahnya dengan rumah saya. Apalagi sebagian besar jalan masih gelap kala itu.

Geli jika mengingat saat itu. Anak desa yang katrok kok dipercaya jadi Ketua OSIS SMP favorit Kota Pendidikan. Di sinilah Gamber mengambil peran. Ia membesut saya supaya tidak kampung-kampung amat. Maka, suatu ketika ia mengajak saya nonton film di bioskop. Waktu itu Bioskop Regent masih bertarif 2 ribu perak sekali nonton. Empire, di sebelahnya, bertarif lebih mahal.

Itulah kali pertama saya mengenal bioskop. Menonton film layar lebar. Lupa saya judul filmnya. Yang saya ingat, Gamber traktir saya. Satu lagi, ia belikan saya pop corn. Itu juga kali pertama saya tahu jenis makanan ringan ini.

Kecintaan menulis, sedikit banyak juga terinspirasi olehnya. Gamber rajin bikin puisi. Sampai-sampai, ia punya buku catatan khusus untuk menuangkan imajinasinya. Apa pun bisa ia jadikan puisi. Ehm, saya jadi ingat guru-guru bahasa Indonesia saya: Bu Chafifah, Bu Parto, dan Bu Basirah (SD Percobaan 3). Mereka pula lah yang membekali saya ilmu menulis.

Mber, suwun ya sudah mengenalkan kepadaku banyak dunia baru. Semoga perkecimpunganmu di dunia event organizer makin oke. Supaya semakin banyak orang yang kau tolong bikin acara meriah yang jos. Salam untuk anak dan istrimu ya…

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.